SKUA: Memperkuat Pemahaman Ibadah Melalui Materi Salat Jama’, Doa Salat Dhuha, dan Tahajud
Arjosari, Pacitan, Jawa Timur – Kegiatan Syarat Kecakapan Ubudiyah dan Akhlakul Karimah (SKUA) terus menjadi sarana penting dalam meningkatkan pemahaman keagamaan peserta didik. Pada pertemuan kali ini, materi yang disampaikan berfokus pada salat jama’, doa salat Dhuha, dan doa salat Tahajud, yang merupakan bagian dari pembelajaran ibadah sehari-hari.
Pembinaan SKUA bertujuan untuk membentuk generasi yang tidak hanya memahami teori keagamaan, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami tata cara pelaksanaan salat jama’, yaitu menggabungkan dua salat fardu dalam satu waktu karena alasan tertentu yang dibenarkan dalam syariat, seperti saat bepergian jauh.
Selain itu, peserta juga mempelajari doa setelah salat Dhuha. Salat sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi hingga menjelang zuhur ini dikenal sebagai salah satu amalan yang dianjurkan untuk memohon kelancaran rezeki dan keberkahan hidup. Dalam penyampaian materi, pembimbing menjelaskan bacaan doa Dhuha beserta maknanya agar peserta dapat memahami kandungan doa yang dipanjatkan.
Materi berikutnya adalah doa setelah salat Tahajud. Salat Tahajud merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan pada malam hari setelah tidur. Peserta diberikan pemahaman mengenai keutamaan Tahajud sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus kesempatan untuk memohon ampunan, petunjuk, dan berbagai hajat kepada-Nya.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mempraktikkan hafalan doa dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pembimbing. Metode ini diharapkan dapat membantu peserta lebih mudah memahami dan mengingat materi yang telah dipelajari.
Salah satu peserta mengaku senang mengikuti kegiatan SKUA karena materi yang diberikan sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. “Kami jadi lebih memahami kapan salat jama’ boleh dilakukan serta dapat menghafal doa setelah salat Dhuha dan Tahajud dengan lebih baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan SKUA, diharapkan peserta semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperdalam ilmu agama, dan membiasakan diri mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekal pemahaman yang baik, generasi muda diharapkan mampu menjadi pribadi yang berakhlak mulia, disiplin dalam beribadah, dan memiliki keimanan yang kuat.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Semarak Takbir Keliling Pesantren Al Fattah Kikil, Santri MA Pembangunan Tampilkan Kreativitas Islami
Kikil – Suasana malam takbiran di wilayah Kikil berlangsung meriah dengan digelarnya kegiatan Takbir Keliling yang diselenggarakan oleh Pesantren Al Fattah Kikil. Kegiatan tersebu
15 Siswa MA Pembangunan Ikuti Tes OLIMPABA
Sejumlah siswa MA Pembangunan Kikil mengikuti Olimpiade PAI dan Bahasa Arab (OLIMPABA) Se Jawa Timur yang dilaksanakan secara daring di laboratorium komputer madrasah, Sabtu (11/4/2026)
Sinergi Lembaga, Kepala MA Pembangunan Hadiri Pembukaan Perkemahan Santri MTs Pembangunan pondok pesantren AL-FATTAH KIKIL ARJOSARI PACITAN
PACITAN – Suasana khidmat bercampur antusiasme menyelimuti Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Al-Fattah Kikil, Arjosari, Pacitan pada Jumat pagi (23/01/2026). Sebanyak kurang lebih
Taksemua Pembelajaran harus di Dalam Kelas
Pembelajaran siswa tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran Nahwu yang dilaksanakan di serambi
Wakamad Bidang Kurikulum MA Pembangunan Kikil Berikan Pendampingan Optimal Regristasi SNBP 2026
Siswa kelas XII MA Pembangunan Kikil mulai mempersiapkan diri menghadapi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiwa Baru (SNPMB) 2026. Sebagai langkah awal, mereka mengikuti kegiatan pembuata